Kebakaran di Rumah? No Way!!!

Ini kali pertama bagi saya membuat tulisan kolaborasi. Dapat tantangan dari Anne, saya pikir kenapa tidak?

Omong-omong tentang tantangan, topik tulisan kali ini cukup menantang. Bagaimana seandainya terjadi kebakaran di rumah? Tentunya tidak ada yang menginginkan hal tersebut. Tapi seandainya benar-benar terjadi, kita sudah siap menghadapinya.

Untuk tulisan Anne tentang topik ini, bisa dibaca di sini: Cara Mencegah dan Menanggulangi Bahaya Kebakaran Dengan Menggunakan APAR

Kebetulan di perusahaan tempat saya bekerja, sering diadakan pelatihan tentang penanggulangan bahaya kebakaran. Tentu saja konteksnya lebih pada lokasi kerja, namun ada beberapa hal yang bisa kita terapkan di rumah juga.

Akan lebih baik jika kita sedia APAR atau singkatan dari Alat Pemadam Api Ringan di rumah. Benda berbentuk tabung dan berwarna merah ini, sangat mudah digunakan untuk memadamkan api. Tinggal kita tarik tuasnya dan arahkan selang ke arah sumber api. Harganya tidak seberapa mahal, namun kita harus sering mengecek tekanannya, minimal sebulan sekali. Jika tekanannya turun, meskipun tidak pernah dipakai, maka sebaiknya dilakukan pengisian ulang.

Jika kita tidak punya APAR, ada cara lain yang bisa kita gunakan untuk memadamkan api. Kita harus sedia karung atau kain yang agak lebar. Cara ini lebih mudah digunakan karena kita bisa gunakan barang-barang yang tersedia di rumah, misalnya baju, seprei, sarung, atau handuk. Basahi karung atau kain yang akan kita gunakan untuk memadamkan api, dan tutupkan pada sumber api. Kita harus berani namun tetap berhati-hati apabila menggunakan teknik ini. Karena apabila kita ragu-ragu dan gegabah malah bisa membuat kita terluka.

Satu hal yang perlu diperhatikan apabila terjadi kebakaran di rumah, jangan menyiramkan air ke sumber api, kecuali aliran air tersebut sangat besar, misalkan air dari aliran hidran. Karena aliran air yang kecil ketika disiramkan ke kobaran api yang agak besar, maka bisa membuat api tersebut berkobar semakin besar.

Hindari juga berdiri di arah hembusan asap, karena hal tersebut dapat membuat kita mengalami gangguan pernapasan dan pingsan. Apabila kepulan asap agak terlalu banyak, sebaiknya kita tiarap dan merangkak ke tempat yang tidak terlalu banyak asap.

Selain melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran, alangkah lebih baiknya jika kita juga melakukan antisipasi supaya tidak timbul kebakaran di rumah kita.

1. Hindari menggunakan terlalu banyak kabel ekstensi untuk menyalakan peralatan elektronik.

Penggunaan kabel ekstensi dan stop kontak tambahan dapat membuat beban aliran listrik pada jaringan listrik yang ada menjadi terlalu besar dan dapat menyebabkan konsleting.

2. Matikan kompor dan buka jendela/pintu bila terjadi kebocoran gas

Segera matikan kompor dan segala sumber api bila terjadi kebocoran gas. Selain itu, segera buka jendela, pintu, dan saluran ventilasa yang lain supaya tidak terjadi konsentrasi penumpukan gas yang terlalu besar di dalam ruangan.

Jadi itu tadi beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi bahaya kebakaran di rumah. Semoga bermanfaat dan semoga rumah kita selalu menjadi tempat yang aman dan nyaman.

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s